Description slide 1 Description slide 2 Description slide 3 Description slide 4

Kebakaran lahan tebu di Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, mengejutkan warga sekitar. Kebakaran bahan baku gula itu terjadi, Senin (25/9). Diduga tebu dibakar untuk mengejar jadwal giling yang segera berakhir pada musim giling 2017 ini.



Kasatsabhara Polres Pamekasan, AKP Mustaghfir, menduga kebakaran lahan tebu ada unsur kesengajaan. "Saya telah mengumpulkan keterangan dari petani penggarap. Dari keterangan itu, diketahui ada dugaan unsur kesengajaan. Petani penggarap berkeinginan tebunya segera ditebang dan digiling agar tidak merugi," papar Mustaghfir, Senin (25/9).

Mantan Kapolsek Kota Pamekasan itu mengatakan, pihaknya masih mencari bahan pemicu terbakarnya lahan tebut. Pasalnya keterangan di lapangan masih simpang siur.

"Ada yang mengatakan kebakaran dipicu dari puntung rokok. Kebakaran kebun tebu terjadi tengah-tengah lahan dan bukan dimulai dari pinggir kebun. Fakta ini kami terus telusuri," imbuhnya.

Kebakaran lahan tebu seluas 2 hektar di Kelurahan Lawangan Daya itu menggegerkan warga setempat. Sebab, lahan tebu yang terbakar itu berdekatan dengan pemukiman penduduk. Jika tidak secepatnya dipadamkan, warga khawatir kebakaran lahan tebu meluas dan memicu kebakaran di kawasan perkampungan.

"Syukurlah ada warga yang cepat menelpon Kantor Pemadam Kebakaran Pamekasan. Beruntung pula, petugas pemadam cepat datang dengan pasokan air lebih dari cukup. Terlambat sedikit, bukan tidak mungkin kampung kami terbakar," terang Taufikurrahman, warga setempat.

Kerugian terbakarnya lahan tebu belum bisa dirinci. "Tapi batang tebu yang terbakar masih bisa digiling. Kebakaran tebu hanya sedikit merugikan petani. Malahan, petani bisa mendapatkan percepata jadwal giling yang mengunutngkan mereka," papar Taufik.

Taifuk meminta kepada pemerintah setempat agar meninjau ulang lahan-lahan yang diploting menjadi area tebu. "Mestinya lahan yang berdekatan dengan pemukiman penduduk tidak dipilih menjadi lahan demplot tebu. Pemerintah masih bisa memilih lahan yang jauh dari perkampungan sebagai sentra tebu," saran Taufik

sumber : http://skalanews.com